Minggu, 07 Juli 2013

Koperasi Sebagai Intermediasi dalam Pemberdayaan Masyarakat


KOPERASI  SYARI’AH SEBAGAI INTERMEDIASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SECARA HOLISTIK INTERKONEKSITAS MELALUI SISTEM "SERASI BERDAYA"
DENGAN SKIM BAGI HASIL (STUDI KASUS PADA” KOPERASI PANDAWA”)
Oleh : Sri Mulyani, SE*
Abstrak
                Berbicara dalam konteks Negara Indonesia, sudah menjadi hal yang biasa dan sering diperbincangkan bahwa permasalahan kemiskinan dan pengangguran merupakan dua hal yang tidak kunjung bisa diatasi secara tuntas. Selama ini, pemerintah menilai tingkat keberhasilan ekonomi hanya dengan melihat angka-angka pertumbuhan ekonomi, mantapnya transaksi pasar modal dan pengendalian inflasi namun lupa dengan pertumbuhan sektor riil. Terpisahnya antara sector moneter dengan sector riil (decoupling) inilah yang telah menjadi jurang pemisah dan berdampak pada kemiskinan yang tidak kunjung bisa diatasi secara holistik. Tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran dalam sebuah bangsa menunjukkan bahwa dalam Negara tersebut mayoritas penduduknya belum berdaya. Berbagai program pemberdayaan telah digulirkan oleh pemerintah dalam rangka memberdayakan masyarakat, namun hasilnya belum bisa terlihat secara sempurna. Ini menunjukkan bahwa aplikasi dari program-program pemberdayaan tersebut belum berjalan secara optimal. Sementara itu, baik sistem sosialis dengan prinsipnya penyetaraan ekonomi maupun sistem kapitalis dengan prinsipnya persaingan bebas telah terbukti gagal dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat. Kedua Sistem tersebut tidak mampu menyelaraskan kepemilikan pribadi dengan kepemilikan publik. Sampai dengan saat ini belum ada satu negara pun di dunia yang telah berhasil menerapkan kedua idiology tersebut. Kedua sistem tersebut telah menjadikan masnusia bukan selayaknya manusia, namun menjadikan manusia hanya sebagai objek pembangunan ekonomi dan alat produksi dan tunduk dengan yang namanya 'uang".  Hal ini telah menyalahi fitrah penciptaan manusia.
                Lembaga Keuangan dengan menggunakan sistem Koperasi, dalam hal ini adalah "Koperasi Pandawa" menurut penulis mampu menghadirkan jalan tengah sebagai sintesa antara sistem Kapitalis dan sistem Sosialis karena Koperasi merupakan cita-cita luhur pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai soko guru perekonomian dimana pemilik sahamnya adalah seluruh anggota Koperasi Yaitu dengan berperan sebagai pusat dan fungsi terwujudnya sistem ekonomi berbasis konglomerasi pemberdayaan masyarakat yang menyeluruh (holistic) dan saling terhubung (interkoneksitas) tanpa membedakan suku, ras, agama dalam bingkai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagaimana Islam hadir adalah untuk Rahmatan lil ‘alamin. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sumber data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer diambil dengan melakukan observasi dan wawancara. sedangkan data sekunder diambil dari dokumen-dokumen perkembangan usaha Koperasi Pandawa dan usaha dalam jejaring Pandawa Group. Teknik pengumpulan data diambil dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam melakukan analisi data dilakukan langkah-langkah antar lain reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Intisari dari pengelolaan Koperasi Pandawa adalah dengan mengokohkan peran sebagai intermediasi dan penyelaras kepemilikan pribadi dengan kepemilikan bersama berdasar ke Tuhanan Yang Maha Esa untuk mencapai kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bersama dengan tetap menghormati hak milik pribadi selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum untuk menuju sang Khaliq. Dalam pelaksanaannya, Koperasi Pandawa bersama dengan Pandawa Institut yang terangkai dalam sistem "Serasi Berdaya" bersama-sama dengan jejaring perusahaan Pandawa Group telah mengambil peran untuk menjalankan pemberdayaan masyarakat secara holistik interkoneksitas (terpadu dan berkelanjutan) yang meliputi pemberdayaan ruhiyah, pemberdayaan fikriyah-intelektual, dan pemberdayaan jasadiah-ekonomi. Sistem inilah yang diyakini mampu membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan, perbudakan, dan pembodohan atas nama perekonomian sehingga mampu mengembalikan manusia pada fitrahnya yang senantiasa beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa bukan menjadikan manusia sekedar sebagai alat produksi namun menjadikan manusia sebagai manusia seutuhnya.    Pengelolaan dari Koperasi Pandawa lebih menitikberatkan pada pembiayaan dengan skim bagi basil yaitu mudhorobah dan musyarokah karena akad inilah yang akan berdampak langsung pada aspek ekonomi dan sosial. Akad-akad tersebut terangkum dalam produk pembiayaan paket pinjaman kekeluargaan, paket jual beli barang atau jasa, paket pemberdayaan, paket kemitraan serta paket jejaring usaha berbasis pemberdayaan.
Kata Kunci : Koperasi Syari’ah, Intermediasi, Pemberdayaan Masyarakat, Holistik Interkoneksitas, Sistem Serasi Berdaya dan Skim Bagi Hasil.



* Penulis adalah Manager Keuangan di Koperasi Pandawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar